Halo! Nama saya Reza Wahyu Kumara. Perjalanan saya dimulai ketika mengikuti OSN saat SD. Namun, saat itu saya tidak mengetahui lomba yang saya ikuti adalah OSN. Pada pengalaman pertama tersebut, perjuangan saya harus berakhir pada tingkat kota dan kabupaten. Lalu, saat SMP kelas satu saya barulah mengetahui tentang OSN, dan saya pun tertarik untuk mengikutinya. Oleh karena itu, saya mengikuti ekskul olimpiade di SMP, dan hasilnya saya bisa mengikuti OSN hinggat tingkat nasional pada tahun pertama saya. Pada OSN pertama saya ini saya sempat frustasi karena saya tidak mendapatkan medali, sehingga saya berfikir pelatihan dari provinsi selama satu bulan sebelum OSN seperti tidak berguna. Namun saya terus mencoba dan bangkit lagi untuk mempersiapkan OSN di tahun depan, dan hasilnya sesuai dengan harapan saya. Pada OSN kedua saya, saya berhasil mempersembahkan sebuah medali perak bagi provinsi saya dan khususnya bagi sekolah dan guru pembimbing saya.

Pada tahun ketiga di SMP, saya sudah tidak bisa mengikuti OSN tingkat SMP lagi sehingga saya memutuskan untuk mencoba OSN pada tingkat SMA. Namun, pada OSN kali ini saya hanya sampai pada tingkat provinsi. Dari situ saya sadar bahwa materi saya untuk di tingkat SMA menurut saya sendiri masih sangat kurang dan beruntunglah saya karena di SMA saya banyak memperoleh ilmu dari kakak kelas, teman, dan juga pelatihan dari yayasan sekolah saya. Dan terlebih suasana kompetisi yang baik di SMA saya pun mendukung agar saya terus berkembang.

Kisah OSN SMA saya diawali dengan sebuah keberuntungan atau tepatnya ketidakberuntungan dari teman saya yang bernama Dhea. Hal ini bermula ketika seleksi tingkat sekolah, Dhea membuat kecerobohan kecil yang berdampak besar bagi kami berdua. Perlu diketahui bahwa jika Dhea tidak ceroboh, maka Dhea akan berada pada urutan ketiga dan saya pada urutan keempat di sekolah saya (seleksi sekolah menentukan 3 terbaik untuk maju di tingkat kabupaten) dan jadilah saya yang lolos ke tingkat kabupaten. Pada tahun tersebut terdapat aturan baru yaitu maksimal dua murid dari satu sekolah yang dapat lolos hingga tingkat nasional. Jujur saja, peraturan ini membuat saya takut karena dua orang lainnya yang mewakili sekolah saya di OSN tingkat kabupaten adalah kakak kelas saya sendiri yang pastinya mempunyai pengalaman lebih dari pada saya. Setelah hasil OSK keluar saya bersyukur karena dari tiga orang wakil sekolah saya, saya berada di urutan tertinggi. Hal ini tentunya sedikit banyak mempengaruhi kepercayaan diri saya untuk yakin dapat lolos ke OSN. Singkat cerita pengumuman hasil OSN tingkat provinsi keluar dan saya sangat bergembira karena saya termasuk satu dari puluhan anak yang lolos ke OSN tingkat nasional. Seperti tradisi provinsi Jawa Tengah pada umumnya, semua peserta dari Jawa Tengah mengikuti pelatihan terpusat selama satu bulan sebelum pelaksanaan OSN. Pada pelatihan ini, saya banyak sekali mendapat ilmu baru yang diberikan dari para pengajarnya, khususnya dari para alumni OSN Jawa Tengah sendiri.

Singkat cerita OSN pun sudah dimulai, dengan persiapan yang telah saya lalui selama satu bulan terakhir saya yakin dapat membawa pulang sebuah medali pada OSN kali ini. Pada saat itu saya berharap sekali dapat membawa pulang medali perak. Namun hasil berkata lain dan saya memeperoleh mendali perunggu. Saya bersyukur walau harapan saya untuk membawa medali perak tidak terpenuhi namun saya masih bisa membawakan medali perunggu di OSN 2012. Dengan hasil yang saya peroleh di OSN 2012 ini, saya bertekat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pada OSN 2013 selanjutnya.

Seperti tahun sebelumnya, seleksi dimulai dari tingkat sekolah kemudian tingkat kota dan kabupaten. Pada tingkat kota dan kabupaten saya mendapatkan hasil yang sangat memuaskan bagi saya. Saya mendapatkan peringkat pertama di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini tentunya menambah kepercayaan diri saya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di OSN 2014 ini dibandingkan dengan OSN sebelumnya. Namun beberapa hari sebelum seleksi tingkat provinsi dimulai, karena suatu hal, saya mengundurkan diri dari OSN kali ini. Namun disisi lain saya masih ikut serta dalam pelatihan terpusat OSN 2014 provinsi Jawa Tengah, namun kali ini saya bukan sebagai peserta melainkan sebagai asisten

PrestasiTahun
Medali Perak OSN SMP Matematika2009
Medali Perunggu OSN SMA Matematika 2012
Medali Perunggu Olimpiade Matematika Internasional di Cape Town, South Africa2014

Apakah kamu adalah salah satu siswa yang berhasil lolos ke KSN 2021 dan ingin mempertajam ilmu yang kamu miliki? Namun kamu belum tahu mau pelatihan dimana yang memang telah terbukti berhasil membimbing para siswanya untuk menjadi seorang juara? ALC Indonesia adalah tempat pelatihan KSN terbaik untuk kamu. Yuk daftarkan dirimu segera dan jadilah seorang juara bersama ALC Indonesia pada ajang lomba KSN 2021. Klik disini untuk info lebih lanjut.